Geger ! Flu Babi Rambah Gedung Putih

Berjangkitnya penyakit flu babi yang merambah di lebih dari selusin negara bagian di Amerika Serikat (AS) sudah menyentuh Gedung Putih.

Hal ini terkait dengan seorang pembantu Menteri Energi Steven Chu yang sakit setelah membantu mempersiapkan kunjungan Presiden Barack Obama ke Meksiko belum lama ini. Tetapi, pembantu Menteri Chu tersebut tidak terbang dengan menumpang pesawat kepresidenan Air Force One dan tidak pernah menularkan risiko penyakit kepada Obama.

Jumlah kasus flu babi di AS meningkat pada hari Kamis (30/4) menjadi 118 kasus di 15 negara bagian, dengan New Jersey dan Colorado sebagai negara bagian terakhir yang berjuang menghadapi serangan virus.

Sejauh ini, kasus-kasus di AS terbilang masih ringan. Hanya ada satu kematian karena flu babi, yang menimpa seorang bocah Meksiko yang berkunjung ke Texas bersama keluarganya. Jumlah ini jauh lebih rendah ketimbang di Meksiko, di mana lebih dari 160 orang tewas diduga karena terjangkit flu babi.

Sementara itu, AS akan membeli 13 juta obat anti- virus tambahan untuk membantu mencegah flu babi. AS juga berencana mengirimkan 400.000 obat tersebut ke Meksiko.

"Pembelian obat tambahan ini untuk mengisi kembali cadangan nasional dan memastikan kita siap memberikan pengobatan kepada rakyat yang membutuhkan untuk tetap sehat," ungkap Menteri Kesehatan AS Kathleen Sebelius, Kamis (30/4).

"Hari ini, Departemen Kesehatan AS mulai mengirimkan 400.000 pengobatan antivirus ke Meksiko untuk membantu menghentikan tersebarnya virus. Sebanyak 400.000 pengobatan yang dikirim jumlahnya kurang dari satu persen dari total cadangan Amerika," kata Sebelius.

Hampir 300 sekolah yang tersebar di AS ditutup setelah berjangkitnya penyakit flu babi secara nasional meningkat jumlahnya hingga melampaui seratus kasus.


Didistribusikan

Pembelian 13 juta obat antivirus senilai US$ 251 juta tersebut menggantikan pengobatan senilai US$ 11 juta yang sudah diberikan pemerintah ke sejumlah negara bagian AS dan pembelian dua juta pengobatan tambahan.

Langkah tersebut memastikan Gedung Putih dapat mengisi kembali pasokan cadangan dan memperbesar ketersediaan obat-obatan antivirus yang diperkirakan berjumlah 50 juta di Cadangan Strategis Nasional AS. Cadangan di tiap-tiap negara bagian menyimpan 23 juta pengobatan tambahan.

Dr Richard Besser, pejabat sementara Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) mengatakan, mencuci tangan dengan sebaik-baiknya adalah langkah konkret yang memastikan bisa mencegah orang terjangkit flu babi.

Para ilmuwan belum dapat memprediksikan sejauh apa dampak penyakit flu babi yang disebabkan virus jenis baru bernama H1N1. Satu kekhawatiran utamanya adakah kemungkinan berjangkitnya penyakit pada musim semi ini akan muncul kembali pada musim gugur mendatang.

Besser dari CDC pernah mengingatkan, tidak semua pandemik akan seperti bencana yang terjadi pada 1918. "Ada beberapa pandemik yang tampilannya lebih mirip dengan musim flu parah," ungkap Besser.

CDC memastikan ada 109 kasus flu babi. Tetapi, sejumlah pejabat negara bagian memastikan ada 22 kasus tambahan.

Kasus flu babi yang sudah dipastikan keberadaannya muncul di sejumlah negara bagian, mulai dari New York, Texas, California, South Carolina, Kansas, Massachusetts, Indiana, Ohio, Arizona, Michigan, Nevada, New Jersey, Delaware, Maine, Colorado, Arizona, dan Michigan. (suarapembaruan.com)

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts