Resize format file DVD

Mengenal ukuran dari format DVD, umumnya dikenal dengan format PAL dan NTSC. Umumnya durasi film DVD sekitar 2 jam dan disimpan dalam sebuah media disc DVD tipe single layer berkapasitas 4.7GB. Atau DVD dual layer yang dapat menampung 2X kapasitas DVD single layer
Apakah ukuran tersebut adalah baku seperti itu. Apakah bisa sebuah DVD single layer keluar dari batas dengan menayangkan film lebih dari 2 jam. Bagaimana untuk menyimpan sebuah film dengan durasi 3 sampai 4 jam. Lalu apa yang harus dilakukan dan dampaknya untuk membuat disc DVD agar lebih banyak menampung durasi sebuah film.
 

Format resmi standar DVD single layer

Format DVD yang dikenal oleh umum ada 2 yaitu PAL dan NTSC. Tabelnya dibawah ini

NTSC
PAL
Resolusi
720x480
720x576
Constant BitRate
9MB/s
9MB/s
Variabel AVG BitRate
6MB/s
6MB/s
Variabel Min BitRate
0.921MB/s
0.921MB/s
Variabel Constant BitRate
6MB/s
6MB/s
Frame
29.9
25 FPS
Region
Amerika
Asia
Audio
AC3 48Khz
AC3 48Khz
 
MP3
MP3
Untuk analisa saat ini yang menyebabkan kapasitas DVD membesar adalah ukuran BitRate. Ketajaman gambar film DVD rupanya tergantung dari besar kecilnya BitRate. Dengan memperkecil BitRate nantinya dapat diupayakan sebuah DVD dapat menyimpan durasi film lebih besar diatas 2 jam.
Dengan format standar, sebuah film DVD akan mengunakan BitRate Constant (besaran bit rate tetap). Apakah sebuah film yang anda miliki memiliki kualitas resolusi baik atau kurang baik. Semuanya akan dimasukan ke setting tertinggi dari DVD. Dampaknya sebuah film yang dimasukan kedalam media Disc DVD single layer akan terbatas antara 1 - 2 jam saja.
Tetapi ukuran file DVD ternyata dapat dirubah dengan memainkan angka BitRate. Fungsi BitRate sendiri adalah menjaga kualitas dari gambar atau mempertahankan resolusi gambar terbaik sesuai dengan kualitas asli. Misalnya anda memiliki film dari format H.264 yang bersolusi lebih tinggi dan tajam atau dikenal sebagai format HD 720p atau mungkin saja lebih tinggi lagi. Untuk mengkonversi film dari format H.264 sebaiknya memanfaatkan setting BitRate ketingkat maksimum. Sehingga kualitas film dapat dipertahankan mendekati aslinya.
Bagaimana bila film anda ternyata bukan sekualitas HD, atau bahkan lebih rendah dari resolusi DVD itu sendiri. Misalnya anda memiliki film dengan format VCD atau video dengan kualitas sedang saja dan kualitasnya masih dibawah DVD. Atau anda memiliki film atau video dan ingin dijadikan ke DVD, tanpa mementingkan kualitas gambar terbaik. Teknik dibawah ini bisa menjadi solusi dalam proses mengedit file DVD. Sehingga hasil konversi file menjadi lebih kecil, dan DVD dapat memuat film lebih banyak denga durasi tayang lebih panjang.

BitRate mengatur besar kecilnya file DVD

DVD memiliki 2 ukuran BitRate yaitu Constant Bitrate dan Variabel BitRate. Format ini sebenarnya dapat diatur sesuai kebutuhan , serta berdampak pada kualitas gambar.
Constant BitRate (CBR) adalah angka tetap sebuah ukuran untuk setiap frame perdetik. Format CBR seperti ini bisa digunakan untuk mempertahankan kualitas gambar ketika proses kompresing dilakukan. File gambar tidak akan di kompres atau diperkecil bila tidak mencapai titik batas 6MB/s tetapi tidak melewati batas 9MB/s. Dengan sistem CBR maka, kualitas gambar terjaga dan lebih tajam, tetapi menghasilkan ukuran file lebih besar.
Variabel BitRate (VBR) memiliki 3 batasan yaitu atas, rata rata dan bawah. File akan dipertahankan agar sebuah file untuk DVD berada pada 3 batas yang ditentukan. Bahkan bisa mengambil angka minimum bila sebuah film DVD dibuat agar memperkecil ukuran. Selama proses perubahan sebuah file video ke format DVD, maka BitRate Variable akan bergerak dinamis dan mengikuti 3 batasan yang sudah ditentukan sebelumnya. Apakah anda akan membuat kualitas gambar sebuah film DVD dengan tingkat resolusi tinggi atau rendah. Disinilah fungsi Varible BitRate yang memudahkan untuk mengatur secara dinamis seberapa besar ukuran sebuah frame dari film DVD. Dan gambar akan terlihat memiliki kualitas dinamis. Walaupun sistem VBR akan menurunkan naikan kualitas gambar, sisi negatifnya akan terlihat kurang tajam pada objek bergerak ketika ditayangkan. Tetapi di sisi keuntungan dan kebutuhannya, sistem VBR dapat menurunkan ukuran file yang dihasilkan pada sebuah DVD. Sehingga sebuah film dengan konversi yang dibatasi dengan VBR akan lebih kecil dan menghemat media penyimpanan. Pastinya dengan ukuran lebih kecil, film dapat dimasukan ke media DVD lebih banyak.
 

Bagaimana mengatur BitRate format DVD melalui software editing

Setiap software video editing umumnya menyertakan ukuran BitRate. Selain software video editing, ada juga software yang berfungsi untuk merubah semua file jenis video ke DVD juga menyediakan pengaturan BitRate. Contoh dibawah ini adalah beberapa software konversi file video yang menyertakan fitur BitRate.
TMPGEnc 4.0 XPress software memiliki sistem sangat fleksibel dalam pengaturan BitRate untuk mengkonversi sebuah film. .
Pilihan akan dibuka bila bagian Setting pada gambar diatas di click. Dan tampil Windows seperti dibawah ini. Aturan BitRate dapat diatur sesuai kebutuhan, dari 2000 untuk angka minimum dan maksimum sampai 8000Kb/s. Bila ingin memperkecil ukuran DVD, dapat diatur dengan menyamakan ukuran batas atas menjadi batas bawah. Misalnya batas atas dibuat 2000Kb/s dan sama seperti setting batas bawah 2000Kb/s
MediaVideoConverter HD Video Converter (gambar kiri) dan Xilisoft Video Converter Ultimate 6 (gambar kanan) memiliki fungsi yang sama.
MediaVideoConverter HD Video Converter, memiliki aturan setting BitRate rata rata dari 3000-8000Kb/s. Sedangkan batas atas dan bawah dibuat terbuka
Xilisoft Video Converter Ultimate 6, memiliki BitRate dengan angka Constant BitRate. Dari 2500 sampai 10000Kb/s.
Gambar diatas adalah sebagian contoh setting dari pengaturan atau pilihan pada proses konversi file video / film ke format DVD.
 

Bagaimana mengatur suara pada format DVD

Untuk mengatur suara, format DVD standar dengan format Stereo mengunakan 2 format audio berbeda. Bisa mengunakan AC3 atau Dolby dan satu lagi adalah MP3. Format audio yang menghasilkan ukuran file paling kecil adalah AC3, disamping kemampuan outputnya mencapai 48Khz. Sedangkan MP3 akan menghasilkan file lebih besar dengan maksimum kualitas pada 44Khz.
Kedua format audio tersebut nantinya akan mendampingi tatanan suara sebuah film. Besar kecilnya sebuah file DVD juga ditambahkan dengan file audio MP3 atau AC3.
Ketika konversi audio memasukan format MP3, pastinya akan menghasilkan file film DVD lebih besar dibandingkan memakai format audio AC3. Pilih saja format AC3 sesuai standar DVD, tetapi kecilkan bitrate sampai 128K

s
 

Percobaan dalam berbagai BitRate sebuah film yang dikonversi ke formatDVD

Contoh pada percobaan dibawah ini. Sebuah film dengan format H.264 / AVI dengan resolusi 1080x720p tipe WideScreen 16:9 dengan durasi 25 detik. Dengan merubah file dengan memakai berbagai format BitRate dibawah ini, menghasilkan ukuran file DVD (output MPG) berbeda beda.
  1. Ukuran file terkecil terlihat berada pada setting BitRate 2MB dan hanya menghasilkan output antara 6-7MB untuk film berdurasi 25 detik.
  2. Titik tengah adalah BitRate 4MB, menghasilkan output file antara 12MB untuk film berdurasi 25 detik.
  3. Tertinggi pastinya BitRate terbesar yaitu 9MB, menghasilkan output antara 28-29MB.
Bila hasil simulasi diatas dihitung menjadi film cukup panjang, hasilnya akan menghasilkan besaran file berbeda beda. Test dibawah sebagai perbandingan dengan setting output NTSC DVD 29.9fps, layar 16:9, tetapi menonaktifkan file suara. Untuk ukuran batas kapasitas DVD Disc 4.7GB.
  • Format BitRate 2MB dapat ditampung oleh DVD lebih dari 3jam.
  • Format BitRate 4MB dapat ditampung oleh DVD sampai 2.5 jam
  • Format BitRate 9MB hanya dapat ditampung DVD kurang dari 2 jam
Apakah benar efektif bila sebuah film dikompress dengan BitRate terkecil , dan bisa memasukan durasi film lebih banyak ke dalam media Disc DVD. Hasilnya pada gambar dibawah ini, terlihat sebuah player yang menunjukan angka 4 jam 38 menit dan 30 detik. Artinya Media DVD dapat menampung film dengan durasi 4 jam dan dapat ditampung semua file kedalam disc.

 

Keuntungan dan kerugian memainkan BitRate untuk media DVD

Memainakan angka BitRate untuk memperkecil ukuran file DVD akan dapat menghemat space pada disc DVD. Ukuran film dapat diperkecil menjadi separuh sehingga disc DVD dapat menampung film dengan durasi lebih panjang.
Sisi kelebihan dengan BitRate kecil
  • Meminimalkan ukuran file video / film yang di konversi ke DVD. Media Disc DVD yang terbatas dapat menampung durasi film lebih panjang.
  • Lebih baik digunakan untuk mengkonversi film dengan objek tetap. Seperti video training, tutorial.
  • Lebih baik digunakan untuk film dengan resolusi lebih rendah. Seperti video VCD yang dikonversi ke DVD, handphone dan lainnya dengan kualitas gambar dibawah format DVD.
  • Akan sangat efektif bila anda ingin memuat lebih banyak durasi sebuah Disc DVD dan tidak terlalu menekankan kualitas film yang ada.
Sisi kekurangan dengan BitRate kecil
  • Bila mengutamakan kualitas pada hasil, sebaiknya tidak mengunakan BitRate rendah. Karena akan menurunkan ketajaman gambar.
  • Pada beberapa test, sisi kekurangan dengan BitRate kecil akan menghasilkan gambar Mozaik pada layar. Khususnya pada sebuah film dimana banyak bidang atau objek berberak.
Seberapa ukuran BitRate yang anda butuhkan, sekali lagi lihat kembali dari tayangan film yang akan dikonversi ke DVD. Apakah lebih memprioritaskan kualitas atau daya tampung dari media Disc DVD.
Bila berbicara kualitas, sebaiknya tetap mempertahankan format DVD pada tingkat BitRate tertinggi. Sehingga kualitas film akan tetap terjaga. Sebaliknya bila tidak mementingkan kualitas film atau sumber asli dari film yang akan dikonversi ternyata memiliki resolusi lebih rendah. Dengan memilih setting BitRate terendah akan memperkecil output film yang dikonversi ke DVD.

Source : obengWare.com

Corsair HS1 Gaming Headset


Detail Corsair HS1

Headphones
* Frequency response: 20Hz – 20kHz
* Impedance: 32 Ohms at 1kHz
* Dynamic range: 93dB A-wtd
* USB power consumption: 250mW
* Drivers: 50mm
* Cable: 3 meters
* Connector: USB Type A
Microphone
* Type: Unidirectional noise-cancelling condenser
* Frequency response: 200Hz – 10kHz +/- 2dB
* Sensitivity (1mW, 1KHz):-45dB +4/-2 dB

System Requirements
Any Windows® 7, Windows Vista, or Windows XP computer with a USB connector.
Package Contents
* HS1 headset with USB connector and inline volume control/microphone mute
* Driver/Utility CD for Windows® 7, Windows Vista and Windows XP
* Quick start guide

Pertama memegang Corsair HS1 gaming headset sedikit kurang menarik. Body besar dan driver terlihat oversize atau bulky. Tampilan seperti headphone gaming dengan disain audiophile, umumnya memiliki speaker driver dengan kantong besar.
Tetapi itu baru penampilan, setelah melihat detail disain Corsair HS1 dengan driver speaker di telinga ternyata mengunakan ukuran besar.

Corsair HS1 memiliki 2 engsel dari tiang bandana (tutup bagian atas), sehingga driver dapat diarahkan ke 90 derajat ke atas dan dilipat 90 derajat kearah dalam. Corsair HS1 dapat dilipat seperti gambar dibawah ini. Sehingga mudah untuk meletakan kedalam tas. Bagian menarik lain adalah microphone. Pada titik tengah tiang microphone ternyata bisa ditekuk. Penguna Corsair HS1 dapat mendekatkan microphone tepat dibagian depan mulut sehingga tidak perlu berbicara keras maka suara sudah dapat terekam oleh mic.

Sumber : ObengWare.com

Cara Membuat File Iso Dengan Nero 7

bagi temen - temen yang kesulitan membuat file iso, pake aja nero 7. lebih mudah makenya :D
ni langkah - langkahnya

1. buka nero anda, pilih make data CD ataupun DVD





2. masukkan file yang akan dibuat file iso dengan click add


3. klick next

pastikan currrent recorder berada di image recorder

4. lanjut dengan klik burn


save as type pilih *.iso jangan yang *.nrg

kelar dech... silakan di coba.. semoga bermanfaat

Cara menampilkan postingan blog ke dalam Facebook dan Twitter secara otomatis


Social Network Facebook dan Twitter memang tidak dofollow tapi kenapa kita tidak memanfaatkan social network tersebut untuk mencari trafik kunjungan blog, karena Facebook dan Twitter sebagai media yang paling ramai di kunjungi oleh orang di seluruh dunia. Untuk memanfaatkannya anda bisa berbagi sesama teman-teman yang anda ingin sampaikan melalui blog yang anda punya agar bisa dikunjungi.
Cara yang efektif untuk dapat menampilkan posting blog di Facebook dan Twitter adalah dengan memanfaatkan feed blog sehingga otomatis akan tampil bila blog akan di update. Berikut ini cara dan tips agar bisa tampil di kedua social network tersebut dan gampang untuk digunakan.

1. Masuk ke http://twitterfeed.com;

2. Klik don't have an account yet, setelah itu akan muncul form pendaftaran;

3. masukan alamat email dan password kemudian ulangi password setelah itu klik create account;

4. Masukan alamat feed blog anda, sebagai contoh saya menggunakan format seperti ini http://namablog..com/atom.xml atau juga bisa menggunakan format : http://namablog.com/feeds/posts/default;

5. Bila sudah benar klik tombol continue to step 2;

6. Ada 5 pilihan untuk menampilkan feed ke beberapa social network, untuk ini pilih saja twitter dan facebook, ya tentu saja sudah mempunyai akun facebook dan twitter;

7. Klik Twitter kemudian akan muncul koneksi untuk menghubungkannya, klik Authenticate Twitter kemudian anda akan diberikan apakah ingin menghubungkan twitter feed blog dengan akun Twitter dan Facebook yang anda punya, bila bersedia pilih Allow;
8. Koneksi bila benar maka twitter feed akan memberitahukan pengaktifan koneksi feed blog ke akun twitter dan facebook, dan selamat feed blog anda akan tampil ke akun facebook dan twitter secara otomatis;
9. Selesai
    Selamat mencoba.

FOLLOW TWITTER SAYA

Silahkan di Follow 
KLIK GAMBAR DIBAWAH INI


Bagi yang Follow akan saya FOLLBACK.
Terimakasih untuk Pengguna Twitter





Kumpulan Tips Mengatasi USB Not Recognized

usb-not-recognized
Pesan Error USB Devices Not Recognized
nda mungkin pernah melihat pesan error di samping ini dan mengalami hal seperti berikut. Anda sedang bekerja dengan perangkat USB, entah itu printer, flashdisk atau harddisk. Tiba-tiba tanpa dinyana hardware tersebut diam membisu, alias tidak berfungsi. Anda mendapatkan pesan error “USB Device Not Recognized” tiap kali Anda memasukkan kembali device tersebut ke port USB. Apa yang terjadi?
Ada beberapa jawaban yang bervariatif. Saya sudah menyusunnya berikut solusi masalah masing-masing. Anda bisa memilih sesuai dengan kemungkinan terdekat dengan kasus yang Anda alami. Permasalahan yang menyangkut pesan errorUSB Not Recognized‘ adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan Paling Umum
Device/Perangkat yang sedang Anda pakai termasuk dalam perangkat yang rawan terhadap perubahan arus listrik dan gangguan listrik statis. Salah satu device yang sering mengalami hal ini adalah USB Flashdisk. Jika ada kebocoran arus sedikit saja dalam casing yang kemudian menjalar ke flashdisk, bisa jadi menyebabkan flashdisk mengalami malfungsi. Begitu pula jika tanpa diduga ada pengaruh dari listrik statis pada lingkungan di seputar terminal USB. Hal ini diperburuk dengan kualitas casing komputer yang kebanyakan beredar di Indonesia seringkali tidak memenuhi standar keamanan grounding listrik.
Solusi:
  • Bebaskan CPU dari arus listrik apapun selama beberapa saat. Matikan komputer, cabut perangkat USB Anda berikut semua kabel power yang masuk ke CPU dan Monitor. Tunggu 20 hingga 30 menit kemudian nyalakan seperti biasa. Untuk sebagian besar kasus, cara ini terbukti ampuh. Terkadang port USB yang longgar juga bisa jadi sebab gagalnya deteksi hardware USB.
  • Jika masih belum terdeteksi, gunakan Device Manager untuk melakukan scan guna menemukan hardware baru atau informasi perubahan hardware. Untuk melakukannya, Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) [OK].
    Dari Menu Action, pilih “Scan for Hardware Changes“. Pilihan ini akan mengaktifkan deteksi hardware Windows untuk menemukan perangkat yang baru diinstall. Setelah selesai, tutup semua Device Manager dan Control Panel. Perhatikan apakah perangkat USB sudah berhasil dideteksi.
  • Jika cara tersebut tidak berhasil, coba langkah berikut:
    Disable fasilitas Power Management of the USB hub. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:
    Klik Start > Run > Ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan [OK].
    Tampilkan semua entri pada bagian Universal Serial Bus Controller, kemudian ikuti langkah berikut untuk tiap USB Root Hub yang tersedia.
    - Klik kanan USB Root Hub > Klik Properties
    - Klik Tab Power Management
    - Klik untuk menghilangkan pilihan pada check box “Allow the computer to turn off this device to save power“, akhiri dengan [OK].
    usb-not-recognized-device-manager
2. Terjadi kesalahan Instalasi driver
Saat perangkat USB ditancapkan ke komputer (bahkan mungkin saat proses instalasi otomatis) driver USB tidak terinstall dengan baik dan justru mengakibatkan kerusakan fatal pada driver-driver USB lain.
Solusi:
Hilangkan semua device yang tersembunyi di Device Manager dengan cara sebagai berikut:
1. Klik Start > Run > Ketik CMD [OK],
2. Ketik “set DEVMGR_SHOW_DETAILS=1?” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
3. Ketik “set DEVMGR_SHOW_NONPRESENT_DEVICES=1?” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
4. Ketik “start devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan ENTER.
5. Klik menu View > Show Hidden Devices.
6. Pada panel sebelah kiri, Klik tanda “+” untuk melihat isi Imaging devices, Unknown Devices dan USB Devices.
7. Apakah Anda menemukan USB Devices dan Unknown Devices (termasuk yang berwarna abu-abu)? Jika iya, Klik Kanan > Uninstall.
3. Perangkat USB sebelumnya berjalan Normal Kemudian tiba-tiba Tidak ada respon tanpa sebab yang jelas
Solusi:
Lakukan langkah berikut ini:
A) Hapus semua file oem*.inf dengan cara:
1. Klik Start > Run > Ketik “cmd” (tanpa tanda kutip)
2. Dalam Command Line ketik baris perintah berikut (tanpa tanda kutip) dan akhiri dengan [ENTER] pada tiap akhir perintah:
“cd \windows\inf” [ENTER]
“ren infcache.1 *.old” [ENTER]
“ren oem*.inf *.old” [ENTER]
“del C:\windows\setupapi.log” [ENTER]
B) Hapus semua entri registri dalam HKEY_LOCAL_MACHINE/Enum/USB yang dimulai dengan VID
Dengan menghapus entri VID dari registri, PC akan mendeteksi ulang hardware dan melakukan Restart.
Perhatian: Jika Anda menggunakan keyboard atau mouse USB, jangan hapus entri VID untuk perangkat tersebut karena bisa mengakibatkan Windows melakukan Restart dengan benar. Ikuti langkah berikut ini:
1. Klik Start > Run > Ketik “regedit” [ENTER] (tanpa tanda kutip) Selanjutnya Registry Editor akan muncul.
2. Masuk ke bagian HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Enum\USB.
3. Pilih dan hapus semua entri VID_….
usb-not-recognized-vid-regedit
Jika Anda mengalami masalah saat menghapus registri ini, mungkin Windows masih membatasi Permissions agar VID_ tidak terhapus. Atasi dengan cara berikut:
a) Klik kanan pada Key yang akan dihapus > Pilih Permissions. Selanjutnya Window Permissions for The VID_… akan muncul.
b) Pilih semua check box dalam sesi Group atau Usename, pilih Allow pada Full Control.
c) Klik Apply dan akhiri dengan [OK]
4. Matikan komputer.
C) Hubungkan kembali perangkat USB ke PC
1. Dengan kondisi komputer sedang mati, tancapkan perangkat USB pada port USB.
2. Restart Komputer.
3. Window ‘A New Hardware Detected’ akan muncul dan mendeteksi ulang hardware Anda.
4. Perangkat USB sejak Awal tidak terdeteksi dan berfungsi normal atau sebenarnya berfungsi namun di tengah-tengah proses Anda mendapatkan pesan “USB Device has Malfunctioned“.
Solusi:
1. Coba gunakan Kabel USB yang lebih pendek ukurannya.
2. Coba tancapkan perangkat USB ke port USB PC di bagian belakang. Terkadang port USB di bagian depan PC kekurangan catu daya sehingga menyebabkan perangkat mengalami error
3. Sejumlah perangkat USB 2.0 tidak kompatibel dengan port USB 1.1. Cobalah secara bergantian di port USB 1.1 dan USB 2.0 untuk mengetahui apakah ini yang jadi masalah.
4. Coba downgrade semua Port USB dari versi 2.0 ke 1.1, Anda dapat mengubah setting ini lewat BIOS.
5. Jika tetap gagal, cobalah perangkat USB tersebut di komputer lain. Dengan begitu Anda bisa tahu mana yang jadi biang keladinya, perangkat USB atau port USB Anda.
Tulisan ini dirangkum dari hat.net, tech-faq.com dan berbagai sumber lainnya. Semoga berguna…

Tips Menginstall Antivirus Pada Komputer Yang Terinfeksi

Oke Atas permintaan Shino saya akan langsung menjawab.

Sebelumnya sality ini akan memblok antivirus yang akan di install sebagai proteksi dirinya. ini ane ada cara yang dapat kita menginstall antivirus di kompi kita yang terinfeksi sality. Untuk itu perlu Suatu tekhnik agar antivirusnya itu gak terinfeksi saat kita install.

Langsung saja :
1) Matikan seluruh service yang berjalan di kompi, caranya klik start - run - ketikan msconfig
pilih tab service pada tab bar menu msconfig


2) disable seluruh service dengan mengklik Disable all dan kemudian beri tanda centang pada service 'windows installer'


3) restart komputernya segera

4) install antivirus dan enable kembali semua service atau kembalikan ke kondisi sebelum Disable all

5) Restart lagi komputer setelah antivirus terinstall

6) Jika antivirusnya sudah ke install, sality tidak dapat menutupnya

7) update antivirus dan lakukan scaning..

Saya sudah coba dengan Avira dan AVG
TRIM Semoga Bermanfaat

Source : googling.

Popular Posts