2015, Ponsel Cerdas Laku Keras



Ponsel cerdas alias smartphone akan semakin merajai pasar gadget. Diperkirakan, 54% dari penjualan seluruh peralatan telekomunikasi pada tahun 2015 dikuasai oleh jenis ponsel yang satu ini.
Demikian salah satu analisis yang baru saja disampaikan firma Frost & Sullivan, bertajuk "2010 Asia-Pacific Mobile Device & Smartphone Outlook".
Dalam laporan tersebut,  Frost & Sullivan menyatakan kawasan Asia Pasifik, termasuk Jepang dan Korea Selatan, sebagai pasar yang memiliki potensi terbesar. Mereka memprediksi 477 juta unit ponsel cerdas akan terjual di kawasan ini pada 2015.
Pertumbuhan di kawasan ini sangat dipengaruhi oleh besarnya penggunaan jejaring sosial. Beberapa negara yang berkembang pesat antara lain Cina, India, dan Indonesia.
Para operator juga telah mendorong para pengguna untuk memperbaharui dari layanan 2G ke 3G yang fasilitasnya didukung seluruh ponsel cerdas.
"Ponsel cerdas berperan penting bagi setiap operator mobile broadband. Dilihat dari ARPU (average revenue per user) oleh pengguna ponsel jenis ini, terjadi peningkatan dari 25 menjadi 100%", menurut Frost & Sullivan.

Frost & Sullivan memproyeksikan, penggunaan data incremental dari ponsel cerdas bakal memberi pemasukan lebih dari US$ 38 miliar ke kocek para operator di 18 negara Asia Pasifik, termasuk Jepang. Angka ini naik dari hanya sekitar US$ 1,3 miliar pada tahun 2009

Namun, terdapat pula tantangan di kawasan ini dalam memasarkan ponsel cerdas. Misalnya, langganan prabayar yang masih jauh lebih populer dibanding layanan pascabayar.
Rata-rata 80% dari para pengguna ponsel di Asia menggunakan kartu prabayar. Bahkan, di beberapa negara, angka tersebut dapat mencapai 97%. Hal ini dapat membuat pembelian ponsel cerdas menjadi berat bagi sebagian pengguna.

Hal lainnya adalah, kurangnya fasilitas Wi-Fi publik, khususnya di pasar negara-negara berkembang. Padahal, koneksi Wi-Fi merupakan faktor pendukung memasyarakatnya ponsel cerdas di AS dan negara maju lainnya.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts